Didtya

Share/Save/Bookmark

Pelajaran hari ini dan hari kemarin, sebuah renungan untuk diriku sendiri. Sebuah renungan yang harus aku pelajari, mengapa dalam sebuah ikatan hubungan selalu ada masalah yang harus bisa kita selesaikan sendiri. Kadang aku tak tau harus bicara dan meminta nasihat apda siapa hanya angin yang berhembus selalu menamaniku, hanya kesunyian malam yang selalu meghiasi isi hatiku, hanya sebuah nyanyian binatang malam yang selalu menghiburku. Entah apa yang akan terjadi lagi, ini sebuah hal pertama yang aku takutkan yaitu rasa cemburu, kadang memang rasa cemburu itu adalah sebuah rasa yang harus kita hindari, tapi rasa cemburu ini berbeda rasa cemburu ini adalah kecemburuan biasa saja. Rasa cemburu yang aku takutkan belum muncul, dan mudah-mudahan tak terlalu besar, rasa cemburu yang nantinya bisa membawa rasa curiga yang amat sangat bisa membuat semua impian ini akan musnah begitu saja. Memang rasa cemburu ini tak bisa untuk kita buat main-main, karena dari kecemburuan yang kecil bisa membuat sebuah peristiwa besar yang bisa merugikan kita semua.
Aku tak tau mengapa, sebuah kecemburuan selalu datang padahal, memang aku ini tipe seorang yang tak suka untuk berbruk sangka, dan aku akan selalu ingin membuat hati ini merasa benar dulu baru ku selesaikan permasalahannya. Kecemburuan itu haruslah kita reda sereda mungkin suaya semua pihak tak ada yang dirugikan, sayag sekali jika rasa cemburu ini menjadikan sebuah hubungan yang akan kita jalani menjadi berantakan dan berakhir. Kita ibaratkan sebuah pohon yang kita tanam, kita mulai dari menanam biji, lalu enyiramnya stiap hari, setelah merasa cukup lalu bisa kita beri pupuk, setelah itu barulah mulai tumbuh, dan terus kita sirami, supaya tumbuh besar dan juga menjadi sebuah pohon yang besar dan juga berbuah manis.
Sama halnya dengan sebuah hubungan yang akan kita tanam, sebuah perjalanan cinta harus kita buat dari awal yang indah. Dengan sebuah tatapan, lalu berjalan dengan sebuah perkenalan manis, lalu untuk membuat sebuah pohon yang berbuah manis itu kita harus punya akar yang bagus dan kuat, akar inilah sebuah kepercayaan, setelah itu kita harus mempunyai pupuk yang bagus juga yaitu sebuah kasih sayang yang kuat, setelah itu kita sirami hubungan ini dengan sebuah perhatian, dan kita juga harus selalu bisa untuk bersabar dalam menghadapi ulat ataupun hama yang selalu datang utnuk membuat pohon ini akan menjadi musnah.
Yahh itulah mungkin yang harus kita ingat disaat kita sedang meratapi sebuah hubungan yang kita jalani hanya begitu dan begitu saja. Ingatlah kalian semua, sebuah hubungan yang manis itu berawal dari sebuah kesengsaraan. “berakit rakitlah ke hulu, berenang-renanglah kemudian..”, “sedikit demi sedikit lama lama jadi bukit..” ingatlah pepatah ini. Semua itu akan berkaitan dengan perjalanan cinta.

Categories:

Leave a Reply